Cara Alam Menghibur Kita

Kamis, 17 Mei 2012

Jualan Kerupuk Dinunuti Lelembut

HAMPIR setiap orang pernah makan kerupuk, pelengkap lauk makan yang mudah dijumpai di mana saja. Juga murah harganya. Di pasar-pasar tradisional, warung-warung makan, juga dijajakan keliling. Bentuk kerupuk amat beragam, misal keriting bundar, keriting kotak, keritik memanjang, dan mlungker-mlungker mirip kerucut.
Dulu pernah ada kerupuk berukuran kecil-kecil, tapi sekarang sudah tidak ada. Barangkali kurang efisien dan kurang laku. Warna kerupuk juga amat beragam. Tapi kebanyakan berwarna krem, merah muda dan putih.Kini kerupuk telah merambah minimarket maupun supermarket.
Tapi selain kerupuk keriting juga ada kerupuk lempengan, atau menyerupai lempeng. Dengan berbagai bentuk, warna dan rasa. Ada kerupuk udang, kerupuk bawang dan kerupuk ikan tenggiri.
Tapi kita harus berhati-hati memilih kerupuk. Tak jarang pewarna yang digunakan adalah pewarna kain. Sehingga tak sedikit orang lebih suka memilih kerupuk warna putih ketimbang warna merah yang ngether.Kini kerupuk berukuran kecil banyak dijajakan di sekolah TK maupun SD.
Kadang dijual dengan  iming-iming hadiah yang menarik.Meski penjual kerupuk kelilingan sudah banyak menggunakan gerobak dorong, tapi Kirjo (bukan nama sebenarnya) masih bertahan dengan pikulan.
Kirjo punya banyak pelanggan, baik warung-warung makan, juga warung-warung kecil dalam kampung.Ketika berangkat keliling pada pagi hari, siangnya dagangan Kirjo bisa dipastikan habis. Biasanya, Kirjo lalu mengambil lagi ke tempat juragannya untuk dikelilingkan lagi.
Kualitas kerupuk Kirjo dikenal amat baik. Selain renyah kriuk-kriuk, juga gurih alami rasa bawang.Suatu sore jelang petang, krupuknya hampir habis. Yang ada di dalam krombongnya tinggal remukan dan cuilan kecil-kecil. Biasanya lalu dijadikan lauk makan di rumah.
Kalau masih agak banyak, juga diberikan pada tetangga.Karena jarak rumahnya masih relatif jauh, Kirjo lalu beristirahat di sebuah cakruk. Mungkin saking lelahnya membuat Kirjo liyer-liyer lalu tertidur.Ketika bangun, welhadalaaah! Krombongnya kok terasa berat?
“Padahal krupuknya tinggal remukan?” pikirnya heran. Kirjo lantas membuka tutup krombongnya.Hwasaaa! Kirjo njondhil melihat ada anak-anak kecil pringisan berada di dalam krombongnya.
“Thuyuuul!” pikirnya. Tapi Kirjo tidak takut.
Karena gemas, krombong itu justru ditendangnya hingga menimbulkan suara amat keras.Meski krombongnya sedikit peyok, tapi thuyul itu langsung hengkang dari krombong krupuk. Mungkin telinga thuyul itu jadi tuli karena tendangan Kirjo amat keras. Horotoyoooh, yul!     (Haryanto/Jbo)
Banyak pesugihan kita kenal. Ada babi ngepet, nyai blorong, thuyul, buta ijo dan sebagainya. Besok akan kita tampilkan satu jenis pesugihan lagi. (-Red)


                                                                                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar